“Kami bersama KONI terus melakukan rapat koordinasi dan terkait ini, pada prinsipnya kita siap memberikan dispensasi kepada seluruh atlet agar bisa latihan mulai pagi hingga malam dan tidak membatasi agar persiapan maksimal sehingga kedepannya Kabupaten Sumbawa punya atlet yang terampil, sukses, dan bukan karbitan serta merupakan progres Sumbawa yang akan direvitalisasi. Porprov 2026 ini bukan hanya ajang prestasi, tapi juga simulasi sukses sebagai tuan rumah PON 2028 bersama NTT,” ujar Junaidi di Sumbawa, Selasa (12/5/2026) saat menerima rombongan KONI di ruang kerjanya.
SUMBAWA – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026 yang dijadwalkan Juli mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) NTB yang diwakili KCD Dikpora Wilayah IV Kabupaten Sumbawa meningkatkan intensitas koordinasi. Pertemuan tersebut difokuskan pada penataan skema dan waktu latihan serta dispensasi khusus bagi atlet yang statusnya peserta didik terutama kelas X,XI, dan XII SMA, dan SMK.
Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah IV Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Pd.,M.Pd., menyatakan bahwa kolaborasi ini krusial untuk memastikan kematangan persiapan seluruh sumber daya atlet agar memenuhi grade nasional sebelum dilepas untuk berhadapan dengan ribuan atlet dari 10 Kabupaten/Kota se-NTB.
“Kami bersama KONI terus melakukan rapat koordinasi dan terkait ini kami siap memberikan dispensasi kepada seluruh atlet agar bisa latihan mulai pagi hingga malam dan tidak membatasi agar persiapan maksimal sehingga kedepannya Kabupaten Sumbawa punya atlet yang terampil, sukses, dan bukan karbitan serta merupakan progres Sumbawa yang akan direvitalisasi. Porprov 2026 ini bukan hanya ajang prestasi, tapi juga simulasi sukses sebagai tuan rumah PON 2028 bersama NTT,” ujar Junaidi di Sumbawa, Selasa (12/5/2026) saat menerima rombongan KONI di ruang kerjanya.
Sementara itu, Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq,S.H., M.Si., menekankan bahwa data atlet dan kesiapan menjadi prioritas utama. “Hingga April 2026, lebih dari 4.500 atlet telah terdaftar melalui sistem entry by name, termasuk salah satunya Kabupaten Sumbawa,” ungkapnya.
KONI dan Dikpora juga menyepakati fokus pada nomor-nomor unggulan yang berpotensi menyumbang medali, sekaligus membatasi mutasi atlet untuk menjaga fair play.
“Koordinasi ini untuk menyelaraskan target daerah. Kami ingin pastikan atlet yang dikirim benar-benar siap tanding, memiliki skill dan kompetensi bertanding sesuai standar nasional dan meminta bantuan KCD Dikpora untuk memberikan dispensasi ijin latihan bagi anak-anak agar bisa lebih fokus” tegas Abdul Rafiq.
“Sekali lagi kami meminta bantuan agar anak – anak yang masuk sebagai atlet supaya bisa diberikan dispensasi ijin fokus kepada latihannya gitu lhoo, karena kami enggak mau persiapan ini setengah – setengah
Abdul Rafiq berharap agar nantinya setelah diijinkan para kepala sekolah dapat mengijinkan peserta didik yang terdata sebagai atlet Porprov untuk dibimbing, dilatih, dan dibina secara resmi all-out, tidak disita oleh apapun kecuali persiapan ini.
“Kami yakin persiapan anak-anak akan maksimal, jika diberikan waktu full time karena kami lihat selama ini atlet yang mayoritas peserta didik hanya diperkenankan latihan sore hari jadinya tidak efektif dan maksimal persiapannya,”
Abdul Rafiq tidak ingin momentum ini sekenanya saja tetapi harus sungguh-sungguh. ” Kami maunya seperti itu adik adik dilatih dengan maksimal sebagai persiapan Porprov menuju PON, jadi enggak boleh main-main dengan ajang Nasional ini,”pungkasnya.(JMN).

