BUKAN SEKEDAR GERTAKAN ! Iran Sebut AS Sedang ‘Sekarat’ dan Hanya Bisa Berhalusinasi Menang Lewat Media

“Jangan terbuai dengan mikrofon dan podium di Washington. Musuh yang telah kalah tidak lagi memiliki otoritas untuk menentukan kenyataan di medan tempur. Mereka hanya menggunakan media yang menyesatkan sebagai cermin terbalik dari kebenaran,” tegas juru bicara tersebut, menyindir manuver politik Presiden Trump.

 

 

 

 

 

jejakmedianews.id|Markas Pusat Khatam al-Anbiya (S) mengeluarkan pernyataan menohok yang secara langsung menantang klaim kemenangan yang kerap digaungkan Presiden AS Donald Trump. Di tengah narasi “kemenangan mutlak” yang dibangun Washington, Teheran justru menyebut militer Amerika Serikat sedang berada dalam kondisi “sekarat” di medan tempur.

Menantang Klaim Presiden Trump

Menanggapi retorika Presiden Donald Trump yang berulang kali menyatakan dominasi AS di hadapan media, juru bicara Markas Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa realitas di lapangan sangatlah berbeda. Pihak Iran menilai klaim-klaim dari Gedung Putih hanyalah upaya untuk menutupi penurunan kekuatan mereka.

“Jangan terbuai dengan mikrofon dan podium di Washington. Musuh yang telah kalah tidak lagi memiliki otoritas untuk menentukan kenyataan di medan tempur. Mereka hanya menggunakan media yang menyesatkan sebagai cermin terbalik dari kebenaran,” tegas juru bicara tersebut, menyindir manuver politik Presiden Trump.

Peringatan Bom Waktu Harga Minyak

Iran juga memperingatkan pemerintahan Trump untuk berhenti berfokus pada ancaman ranjau laut. Menurut mereka, ada ancaman yang jauh lebih fatal bagi ekonomi Amerika yang sedang dipertaruhkan.

“Kami sarankan kepada para pembual yang terus bicara soal ranjau laut: perhatikan bom waktu yang sedang berdetak! Yaitu detik-detik menuju ledakan harga minyak yang akan menghancurkan stabilitas ekonomi kalian,” tambahnya, merujuk pada dampak global jika ketegangan terus meningkat.

Serangan di Tengah Cuaca Ekstrem

Pihak Teheran mengklaim bahwa saat narasi kemenangan digaungkan dari Gedung Putih, pasukan mereka justru berhasil menghujamkan hulu ledak seberat satu ton ke titik-titik strategis yang menjadi pusat konsentrasi pasukan AS. Operasi ini dilakukan di tengah cuaca ekstrem salju dan hujan, yang diklaim sebagai bukti bahwa militer Iran tidak terpengaruh oleh kondisi alam.

Markas Khatam al-Anbiya meringkas kondisi pemerintahan AS saat ini dengan satu kata: “Fana”. Mereka menegaskan bahwa proses kemunduran kekuatan AS di kawasan tersebut sudah tidak bisa dihentikan, terlepas dari apa pun yang disampaikan Presiden Trump di depan media.

 

 

Sumber: Fars News Agency

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *