Malam Seribu Cahaya, Ajak Orang Tua dan Guru Lindungi Anak dari Perundungan

SUMBAWA BESAR , JEJAKNTB|Suasana haru dan penuh makna terasa dalam kegiatan “Malam Seribu Cahaya” yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dilaksanakan pada malam hari dan dihadiri oleh siswa, orang tua, guru, serta tokoh masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Kepala Bidang SMP Dinas Dikbud Sumbawa, Kepala BNN Sumbawa, serta beberapa tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Acara ini tidak sekadar seremoni biasa. “Malam Seribu Cahaya” dirancang sebagai momen untuk mengajak semua pihak merenung bersama tentang pentingnya menjaga dan melindungi anak-anak. Dalam kegiatan ini, dilakukan prosesi sederhana namun sangat menyentuh, yaitu pemadaman lampu secara serentak selama lima menit.

Saat lampu dipadamkan, suasana menjadi gelap. Namun, kegelapan itu justru diisi dengan cahaya dari senter ponsel yang dinyalakan oleh para peserta. Cahaya kecil dari setiap orang tampak menyatu, menciptakan pemandangan yang indah dan penuh arti. Dalam suasana itu, semua yang hadir diajak untuk diam sejenak, menenangkan diri, dan merenungkan peran masing-masing dalam kehidupan anak-anak.

Dibawah cahaya senter tersebut, para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat bersama-sama membacakan ikrar. Isi ikrar tersebut adalah janji untuk menjaga anak-anak dari berbagai pengaruh negatif, termasuk praktik perundungan yang masih menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Ikrar dibacakan dengan suara pelan namun penuh kesungguhan.

Kepala SMPN 1 Labuhan Badas, Punijan, S. Pd., M. Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan antara anak dan orang tua. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di rumah.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, orang tua dan anak bisa lebih terbuka. Anak-anak butuh didengar, bukan hanya dinasihati. Dengan kebersamaan seperti ini, kita bisa menjaga mereka dari hal-hal yang tidak baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Sumbawa juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai “Malam Seribu Cahaya” sebagai langkah nyata dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya perlindungan anak.

“Kegiatan ini sangat sederhana, tetapi pesannya sangat kuat. Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga anak-anak. Jangan sampai mereka merasa sendiri saat menghadapi masalah,” katanya dalam sambutan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bersama bahwa melindungi anak bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga tanggung jawab orang tua dan masyarakat. Semua pihak diharapkan dapat saling bekerja sama agar anak-anak bisa tumbuh dengan aman, nyaman, dan bahagia.

Beberapa orang tua yang hadir mengaku merasa tersentuh dengan kegiatan ini. Mereka mengatakan bahwa momen tersebut membuat mereka lebih sadar akan pentingnya mendengarkan dan memahami anak. Tidak sedikit yang terlihat meneteskan air mata saat ikrar dibacakan.

Guru-guru juga menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai bahwa pendekatan seperti ini lebih menyentuh hati dibandingkan sekadar sosialisasi biasa. Dengan suasana yang tenang dan penuh makna, pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima.

Selain itu, tokoh masyarakat yang hadir juga memberikan dukungan penuh. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, tidak hanya saat peringatan Hari Pendidikan Nasional, tetapi juga dalam kesempatan lainnya.

“Malam Seribu Cahaya” menjadi bukti bahwa cara sederhana bisa membawa pesan yang kuat. Dengan memadukan suasana hening, cahaya, dan ikrar bersama, kegiatan ini berhasil menyentuh hati banyak orang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semua pihak semakin sadar bahwa anak-anak adalah masa depan yang harus dijaga bersama. Tidak boleh ada lagi sikap acuh atau pembiaran terhadap masalah yang dihadapi anak, termasuk perundungan.

Rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Sumbawa sendiri masih akan berlanjut hingga puncaknya pada tanggal 2 Mei 2026. Pada hari tersebut, akan dilaksanakan upacara peringatan di masing-masing sekolah.

“Malam Seribu Cahaya” menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian tersebut. Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Tidak hanya sebagai acara, tetapi juga sebagai pengingat bahwa tanggung jawab terhadap anak-anak tidak bisa ditunda.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini, diharapkan lingkungan pendidikan di Sumbawa semakin baik. Anak-anak dapat belajar dengan tenang, tumbuh dengan percaya diri, dan terhindar dari hal-hal yang merugikan masa depan mereka.(Asmediati)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *