Jelang Laga Final Persid-Mekarsari FC, Ribuan Suporter Desak Panpel Tidak Naikkan Tarif Karcis

Jelang Laga Final Persid-Mekarsari FC, Ribuan Suporter Desak Panpel Tidak Naikkan Tarif Karcis

 

 

 

 

jejakmedianews||Menjelang pertandingan penentu perebutan juara Walikota Cup 2026, kelompok suporter sepak bola kembali menyuarakan keresahan mereka terkait mahalnya biaya menyaksikan pertandingan.

Ribuan pendukung mendesak panitia penyelenggara (panpel) agar tidak menaikkan tarif karcis atau tiket masuk stadion secara sepihak untuk laga final yang akan digelar hari ini, Minggu (14/6/2026) di Lapangan Teratai Mako Brimob Sambinae Kota Bima.

Alasannya karcis masuk tersebut tidak dibarengi dengan tempat duduk atau tribun melainkan penonton langsung duduk diatas tanah sementara yang memungut karcis oknum oknum dari kesatuan brigade mobil (Brimob) Sambinae Kota Bima.

Koordinator Suporter Sepak Bola, Abdul Haris, menyatakan bahwa kenaikan harga tiket di saat antusiasme masyarakat memuncak adalah bentuk eksploitasi terhadap loyalitas suporter.

Menurutnya, panitia seharusnya mempertimbangkan kondisi ekonomi para pendukung fanatik yang selalu hadir dan tanpa persediaan tribun penonton oleh panitia.

“Kami meminta panpel lebih bijak. Jangan jadikan antusiasme dan loyalitas suporter ini hanya sebagai ajang mencari keuntungan semata. Banyak dari kawan-kawan yang datang dari luar daerah dan harus mengeluarkan biaya transportasi serta akomodasi yang tidak sedikit,” ujar Haris saat ditemui, Sabtu (13/6/2026).

Mantan pemain senior Persid ini menyoroti juga harga karcis tidak sesuai dengan harapan,” Harganya tidak terjangkau dan tanpa fasilitas duduk penonton ini keterlaluan,” ucap pria yang karib disapa Bang Kumis ini pada JEJAKMEDIANEWS kemarin sore.

Bang Kumis menegaskan jika panitia pelaksana Turnamen Sepakbola Walikota Cup tetap bersikeras memberlakukan karcis masuk yang kontras dan kontroversial itu, dirinya tidak segan-segan untuk meminta rakyatnya untuk tidak menonton bola.

“Jika panitia pelaksana Turnamen Sepakbola Walikota Cup tetap bersikeras menerapkan karcis masuk tanpa sarana layanan untuk masyarakat kami lebih baik kami pulang saja dan suruh tonton brimob saja laga final nya,” tegas mantan penyerang handal Persid yang bermain bola nya mirip Lionel Messi ini pada media.

Senada dengan Abdul Haris, seorang penggemar bola atau bola mania bernama Suryadharma pun menyoroti hal yang sama. “Iya benar sudah, tiketnya masih bertengger di harga Rp 20ribu per orang tanpa tempat duduk dan menonton dengan cara duduk diatas tanah,” akuinya.

Penonton dari wilayah Kecamatan Bolo yang enggan disebutkan namanya pun mengkritisi fisik karcisnya yang diduga sebagai ajang pungutan liar. ” Karcisnya tidak punya nomor seri dan stempel, dan oknum langsung maen todong saja semaunya saat hendak masuk lokasi,” ucap pemuda yang sangat hobi bola tersebut.

Dia menambahkan cara ini akan mempengaruhi reputasi turnamen di masa-masa yang akan datang apalagi turnamen sepakbola tingkat Kota Bima ini baru pertama kali digelar dengan animo masyarakat Kabupaten Dompu Sumbawa dan Bima yang tidak biasa.

Menyikapi hal ini, PSSI Kota Bima belum bisa dihubungi begitu pula dengan panitia pelaksana Turnamen Sepakbola Walikota Cup tahun 2026.

 

Terpantau, sebuah akun dengan logo PSSI Kota Bima tidak membantah karcis masuk ke Mako Brimob Sambinae Kota Bima seperti yang dikeluhkan warga, bahkan akun tersebut secara terang-terangan merespon berbagai komentar lain di Facebook.

Untuk diketahui Lapangan Teratai Brimob Sambinae Kota Bima memberlakukan karcis masuk tanpa tribun penonton dan memaksa warga masyarakat untuk duduk beralaskan tanah.(*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *