Hadiri Konferensi PGRI, Bupati Jarot Tekankan Pentingnya Peran Guru Support Program Sumbawa Hijau Lestari

 

SUMBAWA—-Bupati Sumbawa Ir. Haji Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri pembukaan Konferensi Kerja II Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumbawa Tahun 2026 yang digelar di Gedung Dea Guru pada hari Sabtu (26/9).

Acara tersebut dihadiri oleh ribuan tenaga pendidik dari berbagai jenjang sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada PGRI atas dedikasi dan pengabdian para guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Beliau juga menyoroti pentingnya mendukung program Sumbawa Hijau Lestari saat ini yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk Tanah Intan Bulaeng Unggul Maju Sejahtera.

Dalam kesempatan yang penuh khidmat, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada PGRI sebagai rumah besar bagi para guru serta menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pengurus dan anggota PGRI yang terus berkontribusi dalam pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Sumbawa.

“Pahlawan tanpa jasa, tapi banyak jasa. Siapa yang bilang guru pahlawan tanpa jasa? Jasa guru luar biasa, tertulis maupun tidak tertulis,” ujar Bupati.

Menurutnya, guru memiliki jasa besar dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Selain orang tua, guru di tingkat TK, SD, dan SMP menjadi salah satu pihak yang sangat menentukan pembentukan karakter anak.

Bupati juga mengenang jasa para gurunya yang telah mendidiknya hingga mampu mengemban amanah sebagai kepala daerah. Ia mengatakan, setiap orang yang berhasil dalam kehidupannya tidak terlepas dari peran guru yang pernah mendidiknya.

Dalam sambutannya, Bupati turut menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi melalui internet dan AI tidak dapat menggantikan peran guru dalam memberikan motivasi dan pendampingan kepada peserta didik.

“Ketika anak-anak sudah mulai jenuh, lelah, tidak bisa menjawab, yang bisa memotivasi dan menjawab adalah guru-guru hebat ini. ‘Jangan menyerah, Nak. Jangan putus asa, Nak. Kamu pasti bisa.’ Di AI tidak bisa itu,” katanya.

Ia menilai, guru memiliki peran penting dalam membangun semangat, karakter, dan ketahanan mental peserta didik di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan teknologi.

Selain pendidikan, Bupati Sumbawa juga menyampaikan berbagai program pembangunan daerah, salah satunya Sumbawa Hijau Lestari. Program tersebut, kata dia, merupakan bagian dari visi pembangunan yang berupaya menyeimbangkan aspek manusia, pemerintahan, dan kelestarian lingkungan.

“Sumbawa Hijau Lestari” diarahkan pada tiga langkah utama, yakni melindungi kawasan hutan yang masih utuh, menyelamatkan kawasan yang mulai mengalami kerusakan, serta menanam kembali kawasan yang telah mengalami kerusakan.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah membentuk satuan tugas perlindungan hutan sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan hutan dan lingkungan.

Ia juga mengajak PGRI, untuk terlibat dalam gerakan penghijauan melalui program penanaman pohon di lingkungan sekolah.

“Saya minta diprogramkan sekolah-sekolah menanam pohon: satu anak satu pohon,” ujar Bupati.

Menurutnya, penanaman pohon dapat dilakukan di lingkungan sekolah, masjid, maupun fasilitas umum apabila sekolah tidak memiliki lahan yang memadai. Pohon yang ditanam juga harus dirawat hingga tumbuh dengan baik.

Bupati menyampaikan bahwa program penghijauan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan sejumlah perkembangan pembangunan Kabupaten Sumbawa, antara lain rencana pengembangan industri garam, perikanan terpadu, peternakan unggas terintegrasi, serta perkembangan investasi di sektor pertambangan.

Ia mengatakan,  Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan kawasan yang akan mendukung pengembangan industri garam dan berharap Sumbawa dapat menjadi salah satu sentra produksi garam nasional.

Selain itu, Bupati menyampaikan perkembangan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbawa dengan kuota yang direncanakan mencapai ribuan peserta didik. Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bupati juga memaparkan sejumlah pembangunan infrastruktur dan fasilitas pemerintahan serta pertahanan, termasuk rencana pembangunan Batalyon Marinir dan Korem di Pulau Sumbawa.

Di bidang infrastruktur dasar, ia menyampaikan rencana percepatan elektrifikasi bagi sejumlah desa yang hingga kini belum menikmati jaringan listrik PLN. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kata dia, tengah melakukan koordinasi dan persiapan lapangan agar pembangunan jaringan listrik dapat segera dilaksanakan.

Dalam bidang pembinaan karakter dan keagamaan, Bupati juga mengajak para guru untuk mendorong anak-anak melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan kebiasaan positif bagi peserta didik.

“Kalau bisa dianjurkan tidak perlu setiap Subuh, minimal satu kali seminggu salat Subuh berjamaah anaknya di masjid,” katanya.

Bupati juga mengaitkan kegiatan keagamaan dan penghijauan dengan nilai pengabdian dan amal jariyah. Menurutnya, kegiatan positif yang dilakukan untuk kepentingan generasi mendatang akan memberikan manfaat yang luas.

Di akhir sambutannya, Bupati Sumbawa berharap Konferensi Kerja II PGRI Kabupaten Sumbawa dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konkret, realistis, serta memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumbawa.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, bertanya, mencoba, dan berkembang,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan penghargaan atas pengabdian seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Sumbawa serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga marwah profesi pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

Dengan memohon rahmat dan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala serta melafalkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Sumbawa secara resmi membuka Konferensi Kerja II PGRI Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.(*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *