Baru Dilantik, Aìnun Asmawati Kepsek SMAN 2 Sumbawa Tunjukkan Taring

SUMBAWA BESAR, JEJAKMEDIANEWS – Baru seminggu dilantik dan dua hari serah terima jabatan dari Kepala SMAN 1 Sumbawa ke SMAN 2 Sumbawa Besar Ainun Asmawati SPd., M.Pd., langsung bekerja, terpantau Jejaknya sudah beberapa yang dilaksanakan di sekolah besar tersebut.

Mantan Kasek SMA Negeri 1 Sumbawa Besar yang juga perempuan pertama di Pulau Sumbawa ini tidak hanya berkinerja baik melainkan juga berprestasi mengharumkan nama baik Kabupaten Sumbawa.

Terkini, SMAN 2 Sumbawa Besar menyelenggarakan Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pemanfaatan Smart TV dalam Praktik Pembelajaran di Kelas sebagai upaya mendorong pembelajaran yang lebih bermakna dan adaptif terhadap perkembangan teknologi juga mengantarkan peserta didiknya juara dua tingkat regional antar pelajar di event Logika yang diadakan Se-Nusa Tenggara dan Bali.

Bimtek atau workshop tersebut berdasarkan run down sukses dilangsungkan selama tiga hari terhitung mulai Kamis 5 Februari hingga 8 Februari 2026.

Kegiatan ini alhamdulilah telah dihadiri dan telah mendapatkan arahan melalui sambutan Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah 4 Sumbawa Bapak Afendi, S.Pd., M.M. Inov, Kepala SMAN 2 Sumbawa Besar Ibu Ainun Asmawati, S.Pd., M.Pd, serta pendampingan Pengawas SMA Bapak Muhammad Mukhlis, S.Pd dan Ibu Diah Megawarni, S.Pd., M.Pd sebagai wujud sinergi dalam memperkuat kualitas pembelajaran dan inovasi guru di ruang kelas.

Kepala SMAN 2 Sumbawa Besar, Ainun Asmawati yang dikonfirmasi wartawan, Kamis 5 Pebruari 2026 lalu mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini sangat baik dan signifikan guna menguatkan kapasitas sivitas.

“Workshop mengenai implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) dan pemanfaatan Smart TV bertujuan untuk mentransformasi metode pengajaran konvensional menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna. Workshop ini berfokus pada pengoptimalan teknologi layar interaktif untuk meningkatkan keaktifan siswa dan memfasilitasi pemahaman konsep yang abstrak melalui visualisasi audio-visual.” Jelasnya.

 

Masih Ainun, menurutnya workshop ini sangat urgent bagi pendidik apalagi di era digital,

 

“Workshop ini sering diadakan sebagai bagian dari program In House Training (IHT) atau webinar nasional, seperti yang dilakukan oleh Komunitas Belajar Sepanjang Hayat atau jaringan sekolah tertentu.,” ujarnya.

 

Berikut adalah poin-poin penting terkait implementasi dan pemanfaatan teknologi tersebut:

 

1. Konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

 

Definisi: Pendekatan belajar yang menekankan pada proses berpikir (olah pikir, olah hati, olah rasa, olah raga) secara holistik untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

 

3 Elemen Utama (menurut Mendikdasmen): Meaningful Learning (bermakna), Mindful Learning (berkesadaran), dan Joyful Learning (menggembirakan).

 

Tujuan: Siswa mampu menerapkan ilmu di sekolah untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata (koneksi antar materi).

 

2. Pemanfaatan Smart TV dalam Pembelajaran

 

Media Visual & Audio: Smart TV digunakan untuk menayangkan video, presentasi interaktif, materi berbasis digital, dan aplikasi pendidikan.

 

Interaktivitas: Mengubah suasana kelas menjadi lebih dinamis dan mengurangi kebosanan, terutama pada pembelajaran tematik.

 

Akses Konten: Memanfaatkan YouTube, layanan streaming, dan materi internet secara langsung di kelas.

 

Peningkat Motivasi: Meningkatkan keaktifan, partisipasi, dan motivasi belajar siswa (contoh: pada pembelajaran bahasa Arab atau sosial).

 

3. Implementasi dalam Workshop

 

Pelatihan Guru: Workshop memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara mengintegrasikan materi ajar digital dengan Smart TV.

 

Metode: Penggunaan metode ceramah, demonstrasi, dan latihan (drills & practice) untuk meningkatkan kompetensi digital guru.

 

Contoh Praktik: Penggunaan Smart TV dalam Project-Based Learning (PBL) untuk mendorong partisipasi aktif siswa.

 

4. Manfaat yang Diharapkan

 

Peningkatan Kualitas: Terwujudnya pendidikan yang lebih unggul, bermutu, dan modern.

 

Penguatan Kompetensi: Guru menjadi lebih kreatif dalam menyajikan materi dan siswa menjadi pembelajar aktif.

 

Efisiensi: Efektivitas dalam penyampaian materi pembelajaran

 

 

Redaksi _

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *