” Bulog mendapatkan penugasan jagung baru dua tahun terakhir, dan 58 tahun fokusnya ke beras saja, dan kita lihat gudang – gudang itu diperuntukkan bagi beras. Begitu ada penugasan ke jagung kita terkendala ‘space’ selain itu masuknya April – Mei ini panennya bersamaan padi dan jagung. Melihat potensi jagung petani di Bima dan Kota Bima sebenarnya persyaratannya dari Keputusan BAPANAS enggak ribet, terpenting kadar air 14 %, dan kadar Aplatoxin itu di 50 PP paling maksimal yang Aplatoxin yang jamur. Jadi, untuk kadarnya yang bisa toleransi untuk pakan berkisar 50ppb, nah untuk yang harga berdasarkan keputusan BAPANAS di harga 6.400,- per kilogramnya itu sudah fixed packing 70 kilo dijahit pakai mesin , Kami pastikan Bulog membeli jagung sesuai HPP. Tim kami di lapangan terus bekerja menyerap panen petani untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Alfan Ghazali Pimpinan Cabang Wilayah Bima dalam keterangannya, Selasa (21/4)
BIMA, JEJAKMEDIANEWS| Perum Bulog Kancab Bima menegaskan komitmennya untuk menyerap hasil panen jagung petani dengan mudah dan berkualitas sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan, yakni Rp6.400 per kg di tingkat petani (sesuai standar kadar air tertentu).
Pihak Bulog membantah tudingan yang menyebutkan bahwa instansi tersebut membeli jagung petani di bawah harga standar dan mempersulit petani.

” Bulog mendapatkan penugasan jagung baru dua tahun terakhir, dan 58 tahun fokusnya ke beras saja, dan kita lihat gudang – gudang itu diperuntukkan bagi beras. Begitu ada penugasan ke jagung kita terkendala ‘space’ selain itu masuknya April – Mei ini panennya bersamaan padi dan jagung. Melihat potensi jagung petani di Bima dan Kota Bima sebenarnya persyaratannya dari Keputusan BAPANAS enggak ribet, terpenting kadar air 14 %, dan kadar Aplatoxin itu di 50 PP paling maksimal yang Aplatoxin yang jamur. Jadi, untuk kadarnya yang bisa toleransi untuk pakan berkisar 50ppb, nah untuk yang harga berdasarkan keputusan BAPANAS di harga 6.400,- per kilogramnya itu sudah fixed packing 70 kilo dijahit pakai mesin , Kami pastikan Bulog membeli jagung sesuai HPP. Tim kami di lapangan terus bekerja menyerap panen petani untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Alfan Ghazali Pimpinan Cabang Wilayah Bima dalam keterangannya, Selasa (21/4).
Masih Alfan Ghazali, ia menambahkan kendalanya Bulog saat ini ‘Space’ atau fasilitas yang tidak tersedia dan memadai seperti gudang penyimpanan yang representatif untuk kedua komoditi yang kerap panen dalam bersamaan.
” Gudang yang ada di Dompu, Bolo, dan Jatiwangi itu peruntukkannya untuk beras semua dan begitu ada penugasan ke jagung kita kewalahan bang, dan ada beberapa opsi untuk gudang sewa dan untuk wilayah Kota Bima sendiri kami belum dapat gudang sewa untuk komoditi jagungnya , jadi kita masih fokus ke gudang Jatiwangi, kembali lagi permasalahan tersebut bukan hanya jagung saja, bulog sebelumnya main beras disuruh serap gabah kering panen. 2025 itu dicanangkan semuanya.
” Jadi teman teman misalnya punya jagung nah kebetulan untuk penyerapan jagung itu sendiri Bulog dibantu sama teman teman polri, kalau gabah beras itu untuk TNI. Jadi, silahkan kalau sudah masuk persyaratan seperti itu cukup bawa KTP sama nomor rekening BRI begitu masuk di gudang, sudah di bongkar dan di administrasi masuk langsung kami bayarkan,”
Bantahan ini disampaikan menyusul adanya keluhan dari sejumlah oknum yang mengaku petani terkait harga di tingkat pengepul yang sempat anjlok.
Bulog menjelaskan bahwa perbedaan harga yang terjadi di lapangan seringkali dipengaruhi oleh kadar air jagung dan permainan di tingkat perusahaan non Bulog.
” Teman-teman swasta harus dipaksa oleh regulasi mengambil jagung dengan harga Rp 6.500,- sama kayak bulog, tapi teman teman swasta yang ikut dari cpi, dan SUL ngomong nya lain, mereka mengatakan beda beras dengan jagung karena pangan dan pakan, hemat saya percuma tetapkan HPP jika teman teman swasta bersikap seperti itu,”tukasnya.
Dia menambahkan jika teman teman swasta tidak mau mengambil sesuai harga Pemerintah, Alfan Ghazali meminta swasta untuk meminjamkan gudangnya kepada Bulog guna dipakai untuk memenuhi space.
Sesuai aturan, HPP Rp6.400 per kg berlaku untuk jagung dengan kadar air maksimal tertentu (standar 14-15%).
“Jika jagung yang dijual memiliki kadar air tinggi (di atas 30%), tentu harganya berbeda karena ada biaya pengeringan.
Saat ini target serapan Bulog Bima sebanyak 56 ribu ton dan baru terealisasi sekitar 8.500 ton atau 15% dari target serapan utama.
Sebagai antisipasi Bulog Bima menyiapkan gudang talabiu dan pandai untuk wilayah Kabupaten Bima dan Gudang Jatiwangi untuk Kota Bima. Selain itu menerapkan strategi moved atau menggerakkan stock guna mengatasi membludaknya produksi hasil panen petani.
Namun, untuk jagung yang memenuhi standar Kualitas Bapanas (Badan Pangan Nasional), kami serap sesuai HPP,” tambahnya.
Bulog juga mengimbau petani untuk langsung berkoordinasi dengan Satker (Satuan Kerja) Bulog di wilayah masing-masing jika menemukan oknum yang berusaha mempermainkan harga di bawah ketentuan pemerintah.

“Kami juga terus mengoptimalkan mesin pengering (dryer) milik Bulog untuk membantu petani mengeringkan jagung agar sesuai standar kualitas,” tutupnya.

