DOMPU, JEJAKMEDIANEWS|Program Sekolah Rakyat yang telah dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan secara teknis berada dibawah pengelolaan Kementerian Sosial kini sampai juga di Kabupaten Dompu serta tidak luput dari perhatian Bupati, Bambang Firdaus, SE.
Bupati Bambang Firdaus menaruh perhatian yang besar akan keberadaan Sekolah Rakyat dimaksud.Sekolah Rakyat adalah inisiatif pendidikan berasrama gratis dari Kementerian Sosial untuk anak-anak dari keluarga miskin/terpencil (SD-SMA) guna memutus rantai kemiskinan. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini menyediakan fasilitas modern, nutrisi, dan kurikulum berkualitas secara gratis. Sekolah ini berfokus pada anak putus sekolah dan kelompok rentan, dengan tujuan mencapai pendidikan setara.
Oleh karena itu bersama Pj. Sekretaris Daerah dan Pimpinan OPD terkait Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, Rabu (25/3) memimpin rapat koordinasi penentuan lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Bupati Dompu.
Rapat koordinasi penentuan lokasi Sekolah Rakyat berlangsung seusai rakor penentuan lokasi pembangunan pabrik pakan ternak.
Menurut Bupati Bambang Firdaus penyiapan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat menjadi hal yang urgen untuk mencetak generasi unggul bangsa dan daerah dan juga untuk memotong mata rantai kemiskinan.
“Pembiayaan yang terkait Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi tanggung pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial dan secara fisik pembangunannya dilaksanakan oleh Kementerian PUPR”, katanya.
Dijelaskan Bupati Bambang Firdaus program sekolah rakyat adalah pendidikan berasrama dilaksanakan secara gratis untuk anak-anak keluarga miskin/ekstrem (Desil 1 & 2) guna memutus rantai kemiskinan.
“Program ini menyediakan fasilitas lengkap (makan, asrama, peralatan belajar) untuk jenjang SD-SMA, fokus pada pendidikan berkualitas, karakter, dan keterampilan”, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut , Bupati Bambang Firdaus menyampaikan harapan agar Dinas Sosial sebagai Dinas teknis dalam pelaksanaan program ini untuk dari sekarang menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk kehadiran sekolah dimaksud.
“Hendaknya Dinas Sosial sebagai Dinas teknis dalam penyelenggaraan sekolah ini agar gerak cepat menjemput program ini”, harapnya.
Rapat berlangsung aman, tertib dan lancar dengan persetujuan lahan milik Pemerintah Provinsi NTB di Tolo Bara Desa Bara Kecamatan Woja disetujui sebagai lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dompu.
Adapun tujuan utama pendirian sekolah rakyat memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas, serta memutus rantai kemiskinan antar generasi. Dengan target Anak-anak dari keluarga miskin/miskin ekstrem yang terdaftar di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), anak jalanan, dan kelompok rentan. Dengan konsep dan fasilitas Berbentuk boarding school (berasrama) yang menyediakan tempat tinggal, makanan bergizi, seragam, hingga perlengkapan belajar (laptop/LMS) secara cuma-candra serta Kurikulum Sekolah formal yang diakui negara (setara SD, SMP, SMA) dengan fokus pada akademik dan pengembangan keterampilan hidup.(Nkm)

