Kebingungan saat ini menyelimuti gedung putih dan Pentagon, begitu juga kantor perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Bagaimana cara keluar dari perang ini, tidak ada yang tahu, Trump dan Netanyahu sendiri tidak tahu bagaimana perang ini akan mereka akhiri.
Para penasehat keamanan di gedung putih meminta Trump mendeklarasikan gencatan senjata segera, tapi Trump malu melakukannya dan terus berupaya mencari cara agar AS tidak terlihat kalah. Plus Israel yang terus menekan Trump agar tidak angkat bendera putih.
Pembalasan Iran yang sangat keras menjadi dilema terbesar bagi AS dan Israel. Ini adalah perang hasil miskalkulasi yang sangat besar. Ini petualangan paling konyol AS di luar negeri abad modern seperti yang pernah kita analisis jauh jauh hari sebelumnya.
Iran bukan malah runtuh, tapi bangkit lebih kuat, Iran terus mampu memukul tanpa henti dengan pukulan yang tidak pernah dipikirkan lawan selama ini. Iran mengubah arah perang dan memaksa Trump meralat banyak kebijakan di tengah jalan.
Klaim Trump dan Netanyahu yang mengatakan telah menghancurkan sistem rudal dan pertahanan Iran semakin jauh dari fakta. Karena fakta yang benar adalah, rudal balistik Iran masih mendarat di Israel dan pangkalan militer AS setiap 2jam sekali sepanjang hari.
Netanyahu dan Trump sudah tidak punya kontrol atas perang ini, dia sudah tidak punya kuasa untuk menentukan situasi di lapangan. Dalam Geopolitik, Trump dan Netanyahu tidak lagi punya kemampuan menentukan eskalasi (Escalation Dominance).
Apapun retorika Trump dan Netanyahu saat ini sama sekali tidak mengubah fakta di lapangan, semua pangkalan militer AS dan semua aset militer AS di kawasan teluk yang dibangun puluhan tahun dihancurkan Iran dalam waktu 8 hari awal perang.
Fakta lainnya, Israel hancur, bahkan dua kota di Israel, Tel Aviv dan Haifa, tingkat kehancuran mencapai 83%. Ini lebih mirip kota Dresden di Jerman yang dihancurkan sekutu dalam perang dunia ke II.
Trump bisa dibilang sangat bodoh dalam mengambil keputusan perang dengan Iran. Dia hanya mendengar orang orang seperti Menhan nya Pete Hegseth, yang media Israel menggambarkannya sebagai sosok menhan yang tidak punya kapasitas dan tidak punya pengalaman.
Trump mendengar orang yang salah, mendengar sosok sosok kontroversial seperti Lindsey Graham, Stephen Miller dll. Orang orang yang mengambil keputusan hanya karena benci terhadap Islam bukan karena perhitungan GeoPolitik secara profesional.
Trump dan Netanyahu saat ini sudah out of control, dia mengalami frustasi. Fakta di lapangan membuat mereka sekarang harus menyadari, bahwa 5000x serangan ke Iran yang mereka klaim melemahkan pemerintah Iran adalah ilusi dan palsu.
Kondisi AS dan Israel hancur hancuran, saat ini, tidak ada satupun pangkalan militer yang dibidik Iran masih layak pakai dan layak huni. Yang lebih pahit, semua sistem pertahanan udara yang dibangun AS puluhan tahun dengan biaya ratusan miliar dolar lenyap dalam semalam.
Netanyahu baru saja meminta budget militer tambahan ke Knesset. Dia minta 10 miliar syekels untuk melanjutkan perang dengan Iran. Tapi dana itu menipis, dana belum tentu ada. Netanyahu mengakui, perang ini menguras ekonomi Israel ke level sangat ekstrem.
Sepertiga warga Israel saat ini tidak punya perlindungan keamanan, bunker tidak memadai, dan dua pertiga nya hidup tidak jelas di tengah kondisi perang seperti ini.
Penguasaan Iran terhadap Selat Hormuz memberikan pukulan lain yang tidak kalah keras, ekonomi AS dan Eropa kena imbasnya secara signifikan. AS benar benar salah kalkulasi dalam perang gegabah yang di drive oleh koalisi Epstein ini.
Negara negara Eropa tidak ada yang mau masuk gelanggang perang, adalah tamparan lain di muka Trump. Eropa tidak mau masuk bukan karena mereka cinta damai, tapi karena deterrent Balistik Iran yang sudah terkenal dilapangan tidak pandang bulu.
Eropa yang saat ini sedang sakit tidak mau ambil resiko tambahan, perang di Ukraina saja sudah sangat menghancurkan hidup mereka sejak 2022. Para pemimpin Eropa sadar betul dengan realitas ini.
Prancis murka dan sangat marah kepada Trump dan Netanyahu atas petualangan konyolnya di Iran, karena gara gara keputusan dua orang ini, Prancis ikut menjadi korban. Ekonomi dan aliansi bisnis Prancis di timur tengah ikut kena dampak besar.
AS dan Israel meremehkan Iran sejak awal, bahkan ketika Iran memperingatkan mereka agar jangan memulai perang, dengan ceroboh Netanyahu dan Trump melakukan serangan duluan 28 Febuari lalu.
Mereka berpikir Iran adalah Venezuela, AS Bebas keluar masuk tanpa perlawanan, AS bebas menangkap Maduro dan pergi. Tapi sekarang di Iran kondisinya bukan hanya jauh berbeda, tapi semua meleset 100%. AS dan Israel dipermalukan Iran di depan mata dunia.
Sikap narsisistik Trump dan ambisi Netanyahu menghasilkan situasi sangat buruk bagi Israel dan AS, perang ini adalah keputusan dua orang idiot yang mengorbankan banyak orang. Termasuk orang AS dan Israel itu sendiri.
Apapun retorika Trump dan Netanyahu saat ini di media, sama sekali tidak mengubah fakta di lapangan, bahwa pukulan keras yang diberikan Iran bukan hanya berbentuk peti jenazah orang Israel dan tentara AS. tapi lebih jauh, perang ini telah menggeser posisi GeoPolitik AS secara substansial di timur tengah.
Note…
***Teman2 dan pembaca semuanya, bagi anda yang belum pernah berkontribusi dalam mendukung akun kami, kami sarankan anda melakukan kontribusi langsung, karena sistem berlangganan konten di akun kami saat ini sedang diblokir oleh Meta.
***Anda bisa berkontribusi langsung untuk mendukung konten kami tanpa harus berlangganan. Kontribusi langsung bisa dilakukan lewat Transfer bebas via BCA 3910269681.
***Terus support akun kami untuk lebih berkembang, dan bisa menyajikan konten konten positif dan Analisis GeoPolitik terkini secara akurat dan berimbang.
Terima Kasih ❤️
Tengku Zulkifli Usman ✓

