Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Camat Moyo Hulu, Kepala Desa Batu Bulan, Kepala Dinas Pangan, serta perwakilan Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah juga mengarahkan agar pembangunan kembali rumah warga menggunakan atap genteng, bukan seng, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia terkait program gentengisasi, serta menekankan pentingnya keamanan instalasi listrik sesuai standar.
SUMBAWA BESAR, JEJAKMEDIANEWS— Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, meninjau lokasi kebakaran di Desa Batu Bulan, Kecamatan Moyo Hulu, sekaligus menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan penanganan terpadu terhadap para korban.
Kebakaran terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 14.16 WITA, mengakibatkan satu unit rumah milik Didi Krishnadi di RT 002/RW 01 terbakar 100 persen beserta isinya, serta tiga rumah permanen terdampak milik Mansur, Siti Sarah, dan Khairuddin. Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, tidak terdapat korban jiwa. Kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp500 juta, termasuk dua unit sepeda motor dan bahan klontong.
Dalam peninjauan pada Kamis (5/2/2026), Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Camat Moyo Hulu, Kepala Desa Batu Bulan, Kepala Dinas Pangan, serta perwakilan Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah juga mengarahkan agar pembangunan kembali rumah warga menggunakan atap genteng, bukan seng, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia terkait program gentengisasi, serta menekankan pentingnya keamanan instalasi listrik sesuai standar.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyalurkan bantuan kepada para korban kebakaran berupa uang tunai, beras, air bersih, mie instan, paket sembako, telur, terpal, matras, dan selimut, guna mendukung proses pemulihan awal.

