Fokus itu Mahal!!!Dengan tidak menggunakan HP di kelas, siswa bisa lebih fokus pada pelajaran dan diharapkan prestasi akademik meningkat.
Hal ini penting dilakuksn agar suasana belajar lebih kondusif. Demikian penjelasan Kasek SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum, S.Pd., kepada wartawan pada Selasa, 3 Pebruari 2026
MATARAM, JEJAKMEDIANEWS|Dengan membatasi penggunaan HP, siswa lebih terlindungi dari bahaya cyberbullying dan kejahatan online lainnya. Dengan tidak menggunakan HP, siswa lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Dampak negatif Penggunaan HP yang berlebihan kata Yuspita Martiningrum bisa berdampak negatif pada kesehatan, sehingga dengan pembatasan ini lingkungan belajar bisa lebih sehat, aman, dan produktif serta kesehatan siswa dapat terlindungi.
Langkah ini diambil untuk memulihkan konsentrasi belajar serta interaksi sosial siswa yang sebelumnya terganggu akibat ketergantungan HP. “ tegas Yuspita Martiningrum
Ia juga mempertegas, bahwa kebijakan pembatasan HP telah berjalan lebih dari satu tahun. Evaluasi internal menunjukkan penggunaan ponsel tanpa kontrol membuat siswa sering lalai terhadap waktu makan, minum, bahkan salat Duha dan Zuhur.
“Karena itu kami mengambil langkah konkret dengan mengamankan HP siswa selama jam pelajaran,” ujar Yuspita.
Guna mendukung kebijakan tersebut, SMANTI Mataram menyediakan loker permanen di 40 ruang kelas. Setiap siswa wajib menyimpan ponselnya di dalam loker sebelum pembelajaran dimulai.” tambahnya.
Yuspita juga menegaskan bahwa keamanan loker dijaga ketat, pihak sekolah menunjuk tiga petugas khusus pemegang kunci loker untuk jenjang kelas X, XI, dan XII.
Sebelumnya, tanggung jawab kunci sempat diberikan kepada ketua kelas, namun dinilai kurang efektif. Kalau dipegang ketua kelas, sering kalah oleh desakan teman-temannya,” ” Ungkap Yuspita menjawab wartawan.
Ia juga tak menampik jika pihak sekolah masih menemukan upaya sembunyi-smbunyi anak didiknya, seperti siswa mengumpulkan HP rusak sementara HP utama disembunyikan dalam tas. Karena itu, kata Yuspita Ponsel siswa dikembalikan saat jam pulang sekolah.” ujar Yuspita.
Yuspita juga menegaskan bahwa siswa yang melanggar aturan akan dikenai sanksi penyitaan ponsel maksimal satu minggu. HP yang disita hanya bisa diambil langsung orang tua siswa di sekolah. Hal itu dilakukan agar ada efek jera para siswa sekaligus orang tua dapat dilibtakan dalam penertiban penggunaan HP di Sekolah.” Lanjut Yuspita
Melalui langkah ini Yuspoita meyakini dapat membawa dampak positif signifikan. Interaksi sosial siswa meningkat, mereka lebih aktif bermain dan berbincang saat jam istirahat, serta lebih fokus saat makan siang tanpa terpaku pada layar ponsel.
Namun demikian, sekolah tetap memberi ruang fleksibilitas. Jika guru membutuhkan HP untuk keperluan pembelajaran, petugas akan membuka loker sementara dan menguncinya kembali setelah kegiatan selesai.” pungkasnya.(*)

