Johan Rosihan Kembali Angkat Kasus Alih Lahan Dalam Focus Group Discussion

JEJAKMEDIANEWS–Anggota Komisi IV DPR RI, Haji Johan Rosihan, ST mengabdi tanpa batas , tak kenal lelah untuk rakyat. Setelah sukses bersama para NGO dan Prof Rokhmin Dahuri bahas konservasi laut dan perairan pada Rabu kemarin, Johan Rosihan kembali menyoroti alih lahan melalui Forum Group Discussion (FGD) bersama elit terkait dampaknya terhadap lingkungan, pada Kamis, 5 Pebruari 2026 di Jakarta.

Forum Group Discussion (FGD) mengenai alih fungsi lahan merupakan mekanisme krusial untuk mempertemukan pemangku kepentingan (pemerintah, akademisi, masyarakat, dan investor) guna merumuskan solusi atas konflik penggunaan lahan. FGD umumnya menyoroti konversi lahan pertanian menjadi permukiman/industri serta alih fungsi hutan menjadi perkebunan, yang keduanya memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

 

Alhamdulillah, saya bersama pimpinan dan Ibu Ketua Komisi IV, serta turut hadir Bapak Menteri dan Wakil Menteri Kehutanan, telah melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) terkait isu alih fungsi lahan dan dampaknya terhadap lingkungan., tegas Johan Rosihan Duta Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa

Semoga hasil diskusi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi perlindungan sumber daya alam dan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan..

Berikut adalah rangkuman isu dan dampak yang dibahas dalam FGD alih fungsi lahan tersebut:

1.Isu Utama dalam FGD Alih Fungsi Lahan

Alih Fungsi Sawah ke Non-Pertanian: Tekanan penduduk dan pembangunan infrastruktur menyebabkan tingginya laju konversi lahan sawah produktif, yang mengancam ketahanan pangan lokal.

Konflik Tenurial (Lahan Hutan/Perkebunan): Saling klaim kepemilikan antara masyarakat dan pemegang konsesi, serta perges.eran lahan hutan menjadi perkebunan (terutama sawit) yang berpotensi merusak ekosistem.

Penyusunan Tata Ruang: Pembahasan mengenai indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang (IPPR) dan perlunya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ketat.

2. Dampak Lingkungan yang Dibahas (Hasil FGD)

Risiko Banjir dan Kekeringan: Hilangnya daerah resapan air akibat penutupan lahan oleh material konstruksi dan berkurangnya vegetasi.

Kerusakan Habitat dan Keanekaragaman Hayati: Alih fungsi hutan menyebabkan fragmentasi habitat, yang mengancam populasi fauna dan flora lokal.

Degradasi Tanah dan Erosi: Penurunan kesuburan tanah, erosi, dan hilangnya bahan organik akibat pembukaan lahan besar-besaran.

Perubahan Iklim: Peningkatan emisi gas rumah kaca akibat deforestasi dan perubahan vegetasi.

3. Dampak Sosial-Ekonomi

Rawan Pangan: Penurunan produktivitas beras lokal dan ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Hilangnya Mata Pencaharian: Petani kehilangan lapangan pekerjaan karena lahan garapannya dijual atau beralih fungsi.

4. Solusi dan Rekomendasi FGD

Penguatan LP2B: Penerapan kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang lebih ketat.

Pembaruan Data Spasial: Pentingnya perbaikan data Lahan Baku Sawah (LBS) secara riil.

Penyelesaian Konflik: Mendorong dialog antara masyarakat dan pemerintah/perusahaan untuk memberikan kepastian hukum.

Pertanian Berkelanjutan: Peningkatan teknologi tepat guna, seperti pembangunan embung dan teknik konservasi tanah.

FGD seringkali menyimpulkan bahwa alih fungsi lahan yang tak terkendali merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan jangka panjang. *

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *