Gandeng Bulog dan Kelompok Tani Merdeka, Kapolres Sumbawa Sukses Gelar Rapat Ketahanan Pangan 2026

JEJAKMEDIANEWS.ID|Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., menegaskan komitmen penuh jajaran Kepolisian dalam mengawal dan mensukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang sukses digelar di Ruang Rupatas Polres Sumbawa, Jumat (27/3) lalu.

Rapat strategis tersebut telah dihadiri oleh Pinca Bulog Kabupaten Sumbawa Muhammad Nur Ristanto, Wakapolres Sumbawa Kompol Didik Harianto, S.H., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sumbawa, serta Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumbawa, Sdr. Junaidi beserta perwakilan kelompok tani (Poktan).

Dalam arahannya, AKBP Marieta menekankan bahwa Polres Sumbawa akan berdiri sebagai garda terdepan dalam mendampingi para kelompok tani guna mensukseskan visi Presiden Republik Indonesia terkait kedaulatan pangan.

“Kami dari kepolisian, khususnya Polres Sumbawa, memberikan dukungan penuh kepada para kelompok tani. Kehadiran Polri di sini adalah untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan tanpa hambatan, mulai dari proses tanam hingga distribusi hasil panen,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mendorong para petani untuk terus melahirkan inovasi dalam penanganan pasca-panen agar kualitas komoditas unggulan Sumbawa, seperti jagung dan padi, tetap kompetitif. Beliau secara khusus meminta adanya sinergi yang lebih erat antara petani dengan mitra usaha strategis seperti Perum Bulog.(*)

“Harapan kami, Poktan atau Gapoktan membangun kerja sama yang kuat dengan Bulog. Tujuannya agar hasil produksi jagung dan padi masyarakat dapat diserap secara maksimal sesuai ketentuan harga pemerintah. Jika produktivitas meningkat dan serapan pasar terjamin, kesejahteraan masyarakat Sumbawa otomatis akan terangkat,” tambah AKBP Marieta.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib petani, Kapolres membuka ruang diskusi untuk mendengarkan kendala di lapangan. Perwakilan Poktan Lape, Aris Mulyadi, menyampaikan tantangan terkait fasilitas pengeringan dan fluktuasi harga HPP Bulog.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *