“Tadi Malam, tim BPBD Kabupaten Sumbawa langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan dropping bantuan logistik awal sekaligus melakukan asesmen mendalam guna melengkapi data lapangan. Rencananya, bantuan logistik tambahan akan kami salurkan kembali besok pagi,” tegas Nurhidayat dalam keterangannya.
SUMBAWA, JEJAKMEDIANEWS— Intensitas hujan yang tinggi di wilayah timur Kabupaten Sumbawa memicu banjir luapan di Kecamatan Empang pada Sabtu, (7/2) sore. Banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter tersebut merendam permukiman warga serta memutus akses jalan raya, memaksa otoritas terkait segera melakukan tindakan darurat.
Respons Cepat BPBD Sumbawa
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat sejak menerima laporan pertama. Koordinasi intensif dengan pihak kecamatan dilakukan untuk memetakan sebaran dampak secara akurat.
“Tadi Malam, tim BPBD Kabupaten Sumbawa langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan dropping bantuan logistik awal sekaligus melakukan asesmen mendalam guna melengkapi data lapangan. Rencananya, bantuan logistik tambahan akan kami salurkan kembali besok pagi,” tegas Nurhidayat dalam keterangannya.
Berdasarkan rilis resmi sementara BPBD Kabupaten Sumbawa hingga Sabtu pukul 22.00 WITA, tercatat sebanyak 1.143 Kepala Keluarga (KK) terdampak yang tersebar di delapan desa. Berikut adalah rincian desa terdampak: Desa Empang Bawah 350 KK, Desa Empang Atas 288 KK ,Desa Lamenta 125 KK ,Desa Pamanto 117 KK, Desa Gapit 91 KK , Desa Jotan Beru 65 KK , Desa Bunga Eja 58 KK, Desa Jotang 49 KK Total 1.143 KK
Sementara itu, dua desa di wilayah yang sama, yakni Desa Ongko dan Desa Boal, dilaporkan aman dan tidak terdampak oleh banjir kali ini.
BPBD Kabupaten Sumbawa mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak maupun wilayah rawan lainnya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan pantauan cuaca, potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, tim reaksi cepat (TRC) BPBD masih terus bekerja di lokasi guna memastikan dan memantau penurunan debit air dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.(*)

