DOMPU, (JEJAKMEDIANEWS)||Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-81, PGRI Kabupaten Dompu akan menggelar serangkaian lomba festival kearifan lokal dan budaya. Kegiatan yang diikuti oleh ribuan guru dari berbagai kecamatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi daerah sekaligus mempererat silaturahmi antar-pendidik.
Salah satu ikhtiar yang dilakukan adalah mendorong peserta lomba berbasis video untuk menggunakan #DompuMaju dalam setiap publikasi karya. PGRI Kabupaten Dompu tidak hanya menghadirkan perlombaan, tetapi juga menjadikan kegiatan ini sebagai ruang bagi guru untuk berkarya, melestarikan budaya daerah, menghidupkan muatan lokal, serta menghadirkan konten positif di ruang digital.
Ketua PGRI Kabupaten Dompu, Mukmin menyatakan bahwa tema yang diusung tahun ini sengaja mengangkat kebudayaan lokal agar para guru dapat menjadi garda terdepan dalam mengenalkan warisan leluhur kepada generasi muda di sekolah.
“Guru bukan hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi benteng kelestarian budaya daerah. Melalui perlombaan ini, kami ingin mengeksplorasi kembali potensi seni dan tradisi yang kita miliki,” ujarnya.
Terpantau hingga kini telah tercatat 160 peserta yang telah mengunggah video. Dengan rata-rata sekitar 1.500 Like, Comment, dan Share (LCS) pada setiap konten, maka telah tercipta sekitar 139.500 interaksi digital.
Belum lagi ribuan penayangan yang dihasilkan dari 160 konten tersebut. Saat ini rata-rata 2.000 penayangan, maka terdapat potensi sekitar.
👀 186.000 penayangan
Artinya, melalui karya para peserta, pesan dan narasi #DompuMaju semakin banyak hadir di ruang digital dan berpotensi menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Setiap video yang menggunakan #DompuMaju menjadi tambahan jejak digital yang membawa slogan dan semangat tersebut kepada audiens masing-masing peserta.
Inilah salah satu bentuk kontribusi PGRI melalui kekuatan guru dan media sosial mengubah lomba menjadi ruang karya, budaya menjadi konten, dan konten menjadi bagian dari gerakan bersama untuk Dompu Maju.
Di balik setiap video terdapat guru yang berkarya, sekolah yang bergerak, budaya yang diperkenalkan, dan pesan positif tentang Dompu yang disebarluaskan.
PGRI berupaya menjadikan momentum HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026 sebagai bagian dari gerakan bersama melalui:
📚 MENGHIDUPKAN MUATAN LOKAL DOMPU
Lagu dan nilai tradisi serta kearifan lokal Dompu tidak hanya dipelajari di lingkungan pendidikan, tetapi juga dikemas menjadi karya kreatif dan disebarluaskan melalui media sosial.
🎶 MELESTARIKAN BUDAYA DAERAH
Lagu daerah Bima Dompu, kesenian dan nilai-nilai luhur daerah kita hadir dalam karya guru dan peserta lomba, sehingga semakin dekat dengan generasi muda.
📱 MENGHADIRKAN KONTEN POSITIF
Media sosial kita isi dengan kreativitas, pendidikan, budaya dan karya guru. Karena ruang digital juga dapat menjadi ruang belajar dan ruang untuk memperkenalkan potensi daerah.
“Karena kami percaya:
👉Guru yang berkarya akan melahirkan generasi yang berbudaya.
👉Guru yang bergerak akan menggerakkan sekolah.
👉Dan ketika guru, sekolah, masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, Dompu akan semakin maju.,”beber Mukmin.
Selain menjadi ajang kompetisi yang kompetitif namun suportif, festival ini juga diharapkan mampu menyaring bakat-bakat seni dari kalangan pendidik yang nantinya dapat dibina untuk membimbing siswa di sekolah masing-masing. Acara puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ini nantinya akan ditutup dengan upacara besar dan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.(Redaksi)

